ISTILAH-ISTILAH DAN DALIL DALAM ILMU HIKMAH
Dalil-dalil
berikut ini kami ambil dari beberapa sumber yang kami miliki seperti Al Qur’an,
Hadits Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Ath Thibbun Nabawi, Mukhtarul Ahadits An
Nabawiyyah, Khozinatul Asror, Al Ajwibah Al Gholiyah Fii ‘Aqidatil Firqotin
Naajiyah dan lain-lain.
TENTANG ZIKIR
|
·
PERTOLONGAN
ALLAH BAGI YANG ZIKIR.
Sesungguhnya
ALLAH berfirman, “Aku bersama hamba-Ku selama dia ingat kepada-Ku atau
menyebut nama-Ku dan kedua bibirnya selalu bergerak dengan menyebut-Ku”
(HR.
Ahmad dari Abu Huroiroh)
·
TERKABULNYA DOA
TERGANTUNG PERSANGKAAN MANUSIA KEPADA ALLAH.
ALLAH
berfirman, “ANA ‘INDA ZHONNI ‘ABDII BII WA ANA MA’AHU IDZAA DZAKARONII”.
Artinya : “Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya
jika dia mengingat dan menyebut-Ku”
·
ZIKIR ATAU WIRID
ITU HARUS ISTIQOMAH (TERUS MENERUS).
Diriwayatkan
dari ‘Aisyah ra, bahawa Nabi bersabda, “AHABBUL A’MAALI ILALLAAHI
ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA“. Ertinya, “Perbuatan yang paling dicintai
ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit”.
(HR. Bukhori dan Muslim) |
MA’UNAH
|
·
MA’UNAH BAGI
MANUSIA.
Sesungguhnya
ALLAH akan menurunkan MA’UNAH (Pertolongan) seukuran saat yang ditentukan dan
akan menurunkan kesabaran seukuran bala (ujian-Nya)
(HR. Ibnu ‘Adi dari Abu Hurioiroh)
·
HAKIKAT MINTA
TOLONG.
Kepada
Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami meminta pertolongan
(Surat
Al Fatihah ayat 5)
·
TAWASSUL
(PERANTARAAN) MINTA TOLONG MELALUI MAKHLUK ALLAH.
Dan
minta pertolonganlah kalian melalui Kesabaran dan Solat
(Surat
Al Baqoroh ayat 45)
·
BANTUAN MALAIKAT.
Ya
(cukup), jika kamu bersabar dan bersiap siaga dan mereka datang menyerang
kamu dengan seketika itu juga, pasti ALLAH menolong kamu dengan 5000 malaikat
yang memakai tanda
(Surat
Ali Imron ayat 125)
·
PERTOLONGAN BAGI
YANG SELALU INGAT ALLAH.
Nabi
SAW bersabda, “TA’ARROF ILALLAAHI FIR RO-KHOO-I YA’RIFKA FISY SYIDDAH”.
Ertinya : “Berkenalanlah (ingatlah) kepada ALLAH dikala senang, maka ALLAH
pasti akan mengingatmu dikala susah”
(Hadits
Muttafaq ‘Alayhi)
|
DO’A
|
·
DOA MENOLAK
TAKDIR.
Sesungguhnya
seseorang akan susah rezekinya kerana dosa yang menimpanya, tidak ada yang
dapat menolak takdir kecuali Do’a dan tidak ada yang dapat menambah umur
kecuali berbuat baik
(HR.
Ibnu Hiban dari Tsauban)
·
MENOLONG DENGAN
DOA.
Doanya
orang Islam untuk saudaranya (seiman) pada saat temannya tidak mengetahuinya
akan ALLAH kabulkan, di kepala orang yang berdoa itu ada malaikat yang
diwakilkan kepadanya, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan baik, maka
berkatalah malaikat itu : “AAMIIN (kabulkan Ya ALLAH), dan bagi kamu seperti
tu”
(HR.
Ahmad dari Abu Darda’)
·
DOA ORANG YANG
DIANIAYA PASTI DIKABULKAN.
Takutlah
terhadap doanya orang yang teraniaya, maka sesungguhnya tidak ada penghalang
antara doanya orang yang teraniaya dengan ALLAH
(HR.
Turmudzi)
·
DOA HARUS YAKIN
DIKABULKAN.
Berdoalah
kalian dalam keadaan yakin dikabulkan
(Alhadits)
|
RUQYAH (JAMPI-JAMPI, MANTRA)
|
·
BOLEH MENJADIKAN
SYIRIK PEMAKAINYA.
Diterima
dari Abdullah, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya
jampi-jampi, tangkal-tangkal dan pelet menjadikan musyrik.”
(Ibnu HIbban)
Catatan
: Boleh menjadikan Syirik jika sumbernya bukan Islami, kalimatnya tidak
dimengerti ertinya, diyakini bendanya atau kalimatnya yang mempunyai manfaat
dan mudhorrot bukan ALLAHnya.
·
JAMPI YANG
BERMANFAAT.
Tidak
ada jampi-jampi (yang lebih utama dan lebih bermanfaat) kecuali untuk
penyakit ‘Ain (mata jahat) dan keracunan
(HR.
Abu Daud)
·
BOLEHNYA JAMPI
UNTUK PENYAKIT.
Rasulullah
SAW memberi keringanan dengan jampi-jampi untuk penyakit ‘Ain, keracunan dan
kesemutan”
(HR.
Imam Muslim dari Anas)
·
MANTRA SUCI.
Dari
Abu Sa’id Al Khudry, sesungguhnya Jibril as pernah mendatangi Nabi SAW lalu
berkata, “Hai Muhammad, apakah kau telah mengadu sakit“. Nabi
menjawab, “Ya”. Lalu Jibril as berkata, “Dengan nama ALLAH aku
menjampi-jampi kamu, dari segala penyakit yang menyakitimu, dan dari segala
jiwa atau mata orang yang dengki, ALLAH akan menyembuhkanmu, dengan nama
ALLAH aku menjampi kamu
(HR.
Imam Muslim, Turmudzi dan Nasai)
·
JAMPI YANG
BERMANFAAT.
Sahl
bin Hunaif bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah jampi-jampi itu baik?” Nabi
menjawab, “Tidak ada jampi-jampi yang lebih bermanfaat kecuali untuk
peyakit mata jahat, keracunan dan sengatan binatang berbisa”
(HR.
Abu Daud)
·
BOLEHNYA JAMPI
UNTUK PENYAKIT.
‘Aisyah
berkata, “Rasulullah SAW memberi keringanan dalam masalah jampi-jampi
untuk penyakit sengatan/patukan ular dan kalajengking”
(HR.
Ibnu Majah)
·
JAMPI ATAU
MANTRA BOLEH ASAL TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AKIDAH DAN SYARI’AT.
Diriwayatkan
dari Ibnu Syihab Az Zuhri dia berkata, “Sebahagian sahabat Rusulullah SAW
pernah disengat/patuk ular maka Nabi SAW berkata, “Apakah ada orang yang bisa
menjampinya?. Maka sahabat menjawab, “Sesungguhnya keluarga Hazm
mereka membaca jampi-jampi untuk sengatan/patukan ular, maka ketika Engkau
melarang jampi-jampi, mereka meninggalkan jampi-jampi tersebut.” Nabi
bersabda, “Panggillah ‘Umaroh bin Hazm !”Lalu mereka memanggilnya lalu
Umaroh menyodorkan jampi-jampinya, lalu Nabi bersabda, “Tidak apa-apa
jampi-jampinya”.Maka Nabi mengizinkannya kemudian ia membaca
jampi-jampinya.
(HR.
Ibnu Majah, Bukhori, Muslim, Nasai dan Ahmad)
Dari
‘Auf bin Malik dia berkata : “Sesungguhnya kami membaca jampi di jaman
jahliyyah, maka kami berkata: Wahai Rosulallaah bagaimana pendapatmu terhadap
demikian itu? Lalu Nabi berkata : Sodorkan kepadaku jampi-jampi kalian, tidak
apa-apa dengan jampi-jampi apabila tidak ada syirik di dalamnya“
(HR.
Muslim dan selainnya)
|
AZIMAT, RAJAH, WIFIQ
|
·
AZIMAT BERUPA
TULISAN DOA-DOA
Habib
Zaynul ‘Abidin Ba’alawi berkata dalam kitabnya Al Ajwibah Al Gholiyah Fii
‘Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Berubat dengan Al Qur’an dan Nama-nama ALLAH
: “Boleh menulis tangkal dan azimat dan menggantungkannya pada
manusia dan binatang jika tidak ada di dalamnya kalimat yang tidak diketahui
ertinya. Maka sungguh telah tetap, bahawa Rosulullaah SAW mengajarkan kepada
mereka (para sahabat) dari ketakutan : Aku berlindung dengan
kalimat-kalimat ALLAH yang sempurna dari marah-Nya dan siksa-Nya dan kejahatan
hamba-hambaNya dan dari godaan syetan dan kehadiran mereka. Maka
adalah Abdullah bin Umar ra. mengajarkannya kepada anaknya yang sudah ‘aqil
(dewasa) dan menulisnya dan menggantungkannya kepada anaknya yang belum ‘aqil
(dewasa)”
(HR.
Abu Daud dan Turmudzi)
·
AZIMAT BERUPA
TULISAN AL QUR’AN.
Sekumpulan
ulama Salaf berpendapat boleh menulis beberapa ayat Al Qur’an untuk penyakit
‘Ain (mata jahat) kemudian meminum air basuhan tulisan tersebut. Berkata Imam
Mujahid, “Tidak apa-apa menulis Al Qur’an dan membasuhnya dan
meminumkannya kepada orang sakit”. Dan seperti itu juga diriwayatkan dari
Abi Qilabah. Dan disebutkan riwayat dari Ibnu Abbas bahawa beliau menyuruh
menulis 2 ayat Al Qur’an untuk wanita yang sulit melahirkan, lalu membasuhnya
dan meminumnya. Dan berkata Ayub, “Aku pernah melihat Abu Qilabah menulis
tulisan sebahagian dari Al Qur’an lalu membasuhnya dengan air dan
meminumkannya kepada seseorang laki-laki yang punya penyakit”
(Kitab
AT Thibbun Nabawi halaman 133)
·
KHASIAT DAN
KEKUATAN YANG TIDAK TERLIHAT YANG DITITIPKAN ALLAH KE SUATU BENDA MATI ITU
MEMANG BOLEH ADA.
Benda
bertuah berupa baju gamis milik Nabi Yusuf. ALLAH berfirman, “Pergilah
kamu dengan membawa baju gamisku ini lalu letakkanlah baju gamisku ke wajah
ayahku (Yakub as) nanti ia akan melihat kembali dan bawalah keluargamu
semuanya kepadaku”
(Surat
Yusuf ayat 93)Simpul Sihir Labid seorang Yahudi yang telah
mensihir Nabi Muhammad SAW, kemudian Nabi Muhammad SAW menyuruh keluarganya
untuk membuka simpulan itu dimana setiap membuka simpulan disuruh baca surat
Al Falaq dan AnNaas. Nabi tidak meminta ke ALLAH tapi menyuruh membuka simpul
sihir itu, ini bererti kekuatan ghaib boleh jadi ada di suatu benda, semua
dari ALLAH juga.
(Lihat Lubabun Nuqul fii Asbaabin Nuzul surat Al Falaq dan An Naas)Jubah Nabi Muhammad SAW, Asma binti Abi Bakr berkata : “Jubah ini pernah dipakai Nabi SAW lalu kami membasuhnya untuk orang sakit agar dapat sembuh dengan jubah tersebut”
(HR.
Muslim, lihat Al Ajwibah Al Gholiyah Fii ‘Aqidatil Firqotin Naajiyah bab
Tabarruk (Ambil Berkah) Bi Aa-tsaarish Sholihin (Dengan Bekas Orang Sholeh))
Rambut
Nabi Muhammad SAW, Kholid bin Walid pernah meletakkan rambut
Nabi SAW di dalam pecinya. Lalu pernah pecinya terjatuh di salah satu perangnya,
lalu Kholid bin Walid bersungguh-sungguh mengambilnya sehingga para sahabat
mengingkarinya kerana sebab perbuatan Kholid banyak para sahabat yang gugur.
Maka berkatalah Kholid : Saya tidaklah melakukannya kerana sebab peci itu
tetapi karena di dalam peci itu terdapat rambut Nabi SAW agar tidak hilang
berkahnya dan tidak jatuh ke tangan orang-orang musyrik.
(Kitab
Asy Syifa karangan Qodi ‘Iyadh)
Air
Wudhu’ Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan
dari Abi Juhayfah : “Aku melihat Bilal mengambil air wudhu’nya Nabi SAW
dan manusia (para sahabat) pun cepat-cepat mengambil air wudhu’ Nabi
tersebut. Lalu siapa saja yang mendapatkan air wudhu’ Nabi tersebut mereka
mengusapkan air wudhu’ Nabi tersebut (ke tubuhnya), sedangkan yang tidak
mendapatkan air wudhu’ Nabi tersebut, mereka mengambil dari basahan di tubuh
para sahabat Nabi (yang berhasil mengambil air wudhu’ Nabi)”
(HR. Bukhori dan Muslim, iaitu untuk tabarruk dan memohon kesembuhan)
·
ULAMA
MEMBOLEHKAN.
Telah
berkata Imam Nawawi dalam kitabnya Syarhul Muhadzdzab, “Jikalau Al Qur’an
ditulis di sebuah lauh (papan/batu tulis) atau pada bejana kemudian
membasuhnya (tulisan tersebut) kemudian meminum air basuhan tersebut oleh
orang sakit, maka berkatalah Hasan Bashri, Mujahid, Abu Qilabah dan Auza’i :
‘ Tidak apa-apa dengannya’ . Tapi An Naha’i memakruhkannya”. Telah
berkata Qodi Husen dan Baghowi dan selain keduanya,”Jika menulis Al Qur’an
di makanan yang manis atau makanan (lainnya) maka tidak apa-apa memakannya”.
Zarkasyi berpendapat tidak boleh memakan kertas yang bertuliskan ayat Al
Qur’an. Ibnu Abdus Salam berfatwa makan dan minum dari kertas itu juga
dilarang kerana menjadikan kertas tersebut bertemu dengan najis bathin.
(Kitab
Khozinatul Asror halaman 67)
·
MEDIANYA HARUS
HALAL.
Imam
Ahmad dan lainnya menyatakan tidak mengapa menulis Al Qur’an untuk orang yang
kena musibah atau lainnya termasuk sakit dengan materi (media/bahan) yang
dibolehkan lalu membasuh dan meminumnya. Tidak boleh menulisnya dengan selain
Al Qur’an seperti tulisan-tulisan yang tidak dimengerti ertinya dari
bahasa-bahasa berbagai ajaran yang berbeza-beza, kerana mengandung di
dalamnya kekafiran. Materi (media)nya tidak boleh berupa darah dan semacamnya
yang termasuk najis kerana haram bahkan kafir. Tidak boleh juga semisal
membolak-balikkan huruf Al Qur’an.
(Kitab Khozinatul Asror halaman 67 dan Tafsir Ruuhul Bayan pada akhir Surat Al Ahqof) |
SIHIR
|
·
PENGERTIAN SIHIR.
Sihir
adalah kekuatan ghaib yang diciptakan ALLAH untuk makhluk-Nya, dimana
kekuatan ghaibnya berupa kekuatan pengaruh ruh-ruh jahat (jin atau syetan),
dan dapat berpengaruh pada unsur alam. Seperti diceritakan dalam Asbabun
Nuzul surat Al Falaq dan An Nas iaitu ketika Nabi SAW sakit seolah mendatangi
isteri-isterinya ternyata tidak, dan ternyata setelah diberitahu oleh
Malaikat, sihirnya ada pada sebuah sumur dan berupa tali yang
disimpul-simpulkan. ‘Aisyah ra. berkata, “Rasulullah SAW pernah disihir
sehingga beliau sungguh berkhayal bahawa dirinya mendatangi isteri-isterinya
padahal beliau tidak mendatangi isteri-isteri beliau.”
(HR.
Bukhori dan Muslim, Abu Daud dan Ahmad.
Lihat kitab Ath Thibbun Nabawi Halaman 100) |
TRANSFER ILMU GHAIB MELALUI MEDIA BENDA MATI
|
·
SARANA AIR DAN
GARAM YANG DIYAKINI DAPAT MENGUBATI PENYAKIT SEBELUM ADA PENELITIAN ILMIAH
OLEH PARA PAKAR ILMU PENGETAHUAN MODEN.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata, “Ketika Rasulullah SAW solat, ketika sujud baginda disengat oleh kalajengking pada jari-jarinya. Maka berpalinglah Rasulullah SAW dan baginda berkata, “Semoga ALLAH melaknati kalajengking itu, selama kau tinggalkan Nabi dan selainnya”. Abdullah bin Mas’ud berkata, “Kemudian Nabi meminta bejana yang isinya air dan garam. Lalu baginda memulai meletakkan air dan garamnya tersebut ke tempat luka sengatan tadi dan beliau membaca Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu’awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) sehingga luka sengatan tadi menjadi tenang“
(Kitab
Ath Thibbun Nabawi halaman 141)
·
SARANA TANAH.
Dari
‘Aisyah ra dia berkata, “Adalah Rasulullah SAW apabila seseorang mengadu
sakit atau ada yang punya bisul/kudis atau luka, maka baginda berkata dengan
jari-jarinya seperti ini (Dan Sufyan meletakkan jari telunjuknya ke
tanah kemudian mengangkatnya) dan baginda berkata, “Dengan Nama
ALLAH, inilah debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami, agar orang sakit
kami disembuhkan, dengan izin Tuhan kami.”
(HR.
Bukhori, Muslim, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)
·
TIUPAN KE TUBUH.
Dari
‘Aisyah dia berkata, “Adalah Rasulullah SAW apabila berbaring di tempat
tidurnya, baginda meniup kedua tapak tangannya dengan (sebelumnya membaca)
Qul Huwallaahu Ahad dan Al Mu’awwi-dzatain (Al Falaq dan An Nas) kemudian
baginda mengusap wajahnya dengan kedua tapak tangannya tersebut dan mengusap
bahagian tubuh mana saja yang tangannya sampai.“
(HR.
Imam Bukhori dan Muslim)
|
JUMLAH WIRID / ZIKIR
|
·
SEDIKIT TAPI
TERUS MENERUS.
Diriwayatkan
dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi bersabda, “AHABBUL A’MAALI ILALLAAHI
ADWAAMUHAA WA-IN QOLLA“. Artinya, “Perbuatan yang paling dicintai
ALLAH adalah yang terus menerus walaupun hanya sedikit”.
(HR.
Bukhori dan Muslim)
·
DISUNNAHKAN
JUMLAHNYA GANJIL.
Nabi
SAW bersabda, “Sesungguhnya ALLAH itu berjumlah ganjil, Dia juga
mencintai yang berjumlah ganjil.”
·
DIULANGI TERUS
AGAR TAMBAH YAKIN.
Diriwayatkan
dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda, “Apabila kamu mengadu sakit, maka
letakkanlah tangan kamu ditempat yang sakit, kemudian katakanlah, “Dengan
Nama ALLAH, aku berlindung dengan kemuliaan-Nya dan kuasa-Nya dari kejahatan
apa yang aku dapatkan dari sakitku ini”, kemudian angkatlah tanganmu
kemudian ulangi demikian dengan jumlah ganjil”
(HR.
Imam Turmudzi)
|
IKHLAS
|
·
IKHLAS ADALAH
KERANA ALLAH.
Katakanlah,
“Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, matiku untuk Robb semesta alam.
Tidak ada sekutu bagi-Nya“.
(Surat
Al An’am ayat 162-163)
·
AMAL DITERIMA
JIKA IKHLAS.
Diriwayatkan
dari Abu Umamah, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya ALLAH Ta’ala tidaklah
menerima suatu amal kecuali jika dilakukan secara ikhlas dan yang dicari
adalah wajah ALLAH.”
(HR.An Nasa-i)
·
IKHLAS
MENJAUHKAN DARI NERAKA.
Sesungguhnya
ALLAH Ta’ala sungguh mengharamkan api neraka bagi orang yang mengucapkan
LAA-ILAAHA ILLALLAAH, dengan demikian itu ia mencari wajah ALLAH.
(HR.
Bukhori dan Muslim)
|
KEPEKAAN BATHIN, FIRASAT. UCAPAN TEPAT
|
·
FIRASAT YANG
BENAR ADALAH DENGAN CAHAYA ALLAH.
Nabi
SAW bersabda, “ITTAQUU FIROOSATAL MU’MIN FA-INNAHUU YANZHURU BINUURILLAHI”.
Artinya : “Takutlah kamu terhadap firasatnya orang beriman (mu’min) kerana
ia melihat dengan cahaya ALLAH”
(HR.
Turmudzi)
·
PERKATAAN YANG
BENAR KERANA BANTUAN MALAIKAT.
Diriwayatkan
dari Anas ra, bahwa Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya ALLAH memiliki
malaikat di bumi yang berbicara di atas lisan anak cucu Adam dengan sesuatu
yang ada pada seseorang dari perbuatan baik dan buruk”.
(HR.
Bayhaqy)
|
UPAH JASA HIKMAH
|
·
BOLEH MINTA UPAH.
Abu
‘Ubed, Ahmad, Bukhori, Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu
Jarir, Al Hakim, dan Bayhaqi, dari Abu Sa’id Al Khudri ra. dia berkata:
“Rasulullah SAW telah mengutus kami pada suatu peperangan 30 pengendara. Maka
turunlah kami di suatu kaum orang Arab lalu kami minta mereka untuk
menjadikan kami tamu mereka. Maka mereka menolak. Kemudian disengatlah ketua
suku mereka oleh kalajengking lalu mereka berkata, Apakah pada kamu ada
seseorang yang dapat menjampi dari sengatan kala jengking? Maka aku katakan :
Ya, aku. Akan tetapi aku tidak akan melakukannya sehingga kalian memberikan
kami sesuatu. Mereka menjawab, Kami akan berikan kalian 30 kambing. Abu Sa’id
berkata maka aku baca ALHAMDULILAHI ROBBIL ‘AALAMIIN (Surat Al Fatihah) 7x
atas sengatan tersebut. Maka ketika kami menggenggam seekor kambing,
disodorkanlah kepada kami darinya. Lalu kami menahan diri sehingga mendatangi
Nabi SAW. Maka kami sebutkan demikian itu kepada baginda. Lalu
Nabi menjawab, Dari mana kamu mengetahui bahawa Al Fatihah itu adalah jampi.
Bagi-bagilah kambing itu dan buatlah untukku bersamamu.”
·
BOLEH AMBIL UPAH
DARI PENGUBATAN DENGAN AL QUR’AN.
Seorang
sahabat Nabi SAW berkata : Aku telah mengambil upah atas kitab ALLAH (setelah
mengubati orang dengan Kitab ALLAH)) sehingga kami tiba di Madinah. Lalu
sahabat yang lain berkata (kepada Rasulullah SAW), Dia telah mengambil upah
atas kitab ALLAH. Maka berkatalah Nabi ‘Alayhis Sholaatu was Salaam,
Sesungguhnya yang paling berhak kalian ambil upah adalah Kitab ALLAH.
(HR.
Imam Ahmad, Bukhori dan Bayhaqy dari Ibnu ‘Abbas ra)
·
UPAH ITU
BAHAGIAN DARI AL QUR’AN.
Abu
Nu’aim meriwayatkan, dari Abu Huroiroh ra, “Telah besabda Nabi ‘Alayhis
Sholatu was Salam, ‘Barangsiapa mengambil upah atas Al Qur’an, maka demikian
itu bahagiannya dari Al Qur’an.'”
·
IMAM MADZHAB
SEPAKAT BOLEHNYA AMBIL UPAH.
Para
Imam Madzhab yang 3 dan sebahagian Ulama’ Madzhab Hanafi dari golongan Ulama
Mutaakhkhirin, mereka mengambil dalil dengan hadits-hadits ini (di atas)
tentang mengambil upah.
·
TIDAK WAJIB
MEMBERI / MENGAMBIL UPAH, BUKAN TIDAK BOLEH.
Dalam
Risalah Bulughul Arob Li-dzawil Qurbi oleh Asy Syaronbilaly : Tidak boleh
mengambil/meminta upah atas perbuatan taat seperti mengajari Al Qur’an, Fiqih,
jadi Imam Solat, Adzan, memberi peringatan/zikir, hajji dan perang, maksudnya
TIDAK WAJIB UPAH Dan menurut Ulama Madinah, BOLEH. Seperti itu juga
(membolehkan upah) pendapat Imam Syafi’i, Nashir, ‘Ishom, Abu Nashr, dan Abul
Layts (semoga ALLAH TA’ALA merahmati mereka)
(Ketiga
hadits dan pendapat ulama tersebut dapat dilihat di kitab Khozinatul Asror
halaman 64)
Demikian
beberapa dalil tentang Ilmu Hikmah yang kami himpun dari berbagai sumber.
Adapun dalil ini bukan untuk mengubah keyakinan Anda apabila Anda punya
keyakinan lain. Dalil-dalil ini kami peruntukkan bagi Anda yang mau menyimak
dan menerima ajaran Ilmu Hikmah dengan senang hati tanpa paksaan dari
siapapun.
Untuk
selanjutnya, keputusan ada di tangan Anda sendiri. Sebagai manusia merdeka,
Anda berhak untuk menerima atau menolak keberadaan Ilmu Hikmah. Apakah Anda
akan mengikuti kursus Ilmu Hikmah dari kami di Anugerah Agung Spiritual
Development Centre atau tidak, itu semua adalah hak Anda sepenuhnya. Kami
sebagai penyelenggara kursus hanya memberikan fasiliti belajar kepada Anda
yang ingin mempelajari Ilmu Hikmah sesuai yang diajarkan guru-guru kami.
|